Forum TP-Link Indonesia
August 22, 2017, 03:33:48 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Login with username, password and session length
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1]   Go Down
  Print  
Author Topic: Sejarah Pembebasan Frekuensi 2.4Ghz di Indonesia  (Read 4576 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Ricko
Administrator
Member
*****

Reputation +3/-0
Offline Offline

Posts: 70


Forum TP-Link Indonesia


WWW
« on: January 24, 2012, 01:54:07 AM »


Pada saat tulisan ini anda baca, barangkali Internet menggunakan radio merupakan hal yang wajar-wajar saja bagi sebagian besar bangsa Indonesia. Anda akan cukup kaget melihat bahwa hal ini akan bertolak belakang sekali dengan kenyataan di luar negeri. Tidak banyak negara di dunia yang mampu untuk mengimplementasi Internet wireless skala besar seperti di Indonesia dengan kecepatan pembangunan sekitar 2000 node baru setiap bulan di tahun 2005.

Tahun 2000 Awal Semangat Penyebaran Wireless Internet
Pada Mulanya, Tahun 2000 Pejuang Wireless Internet mengadakan workshop-workshop terutama di organize oleh Michael Sunggiardi & rekan-rekan di tahun 2000-an. Michael Sunggiardi dan Onno W. Purbo berkeliling lebih dari 30 kota dalam waktu beberapa bulan dengan di sponsori oleh banyak vendor seperti Corexindo, Compex, Planet dll. Rekan-rekan APJII di bawah pimpinan Heru Nugroho waktu itu juga cukup aktif, dengan meminjan fasilitas yang ada di PT IDC di bawah pimpinan Ibu Aie & Johar Alam, workshop wireless, workshop VoIP dilakukan. Dengan menyebarnya pengetahuan kebanyak kalangan di Indonesia, secara perlahan tapi pasti massa pengguna Internet Wireless menjadi berkembang, walaupun kita semua tahu bahwa kita tidak mempunyai ijin menggunakan frekuensi 2.4GHz.

Tahun 2000 Sejarah Kelam Sweeping, Pemberedelan dan Penyitaan Alat Wireless Oleh Aparat Hukum Indonesia
Akhir tahun 2000, DIRJEN POSTEL 241/2000 menerbitkan Keputusan tentang penggunaan bersama (sharing) pita frekuensi 2400-2483.5 MHz antara Wireless LAN akses Internet bagi pengguna di luar gedung (outdoor) dan Microwave Link yang di tanda tangani oleh DIRJEN POSTEL Djamhari Sirat. KEPDIRJEN ini tampak sudah di draft dari DIRJEN POSTEL sebelumnya Sasmito Dirjo. Bertumpu pada keputusan DIRJEN POSTEL 241/2000, bulan Februari 2001, Balai Monitoring frekuensi radio di berbagai kota mulai melakukan sweeping terhadap para pembangkang & pejuang Internet Indonesia. Korban pun berjatuhan, beberapa rekan harus merelakan alat-nya di sita oleh oknum Balai Monitoring & Polisi. Memang sebuah perjuangan akan makan korban yang tidak sedikit bagi pelakunya.

Tahun 2001 Muncul Organisasi INDOWLI
Pada tanggal 2 Maret 2001, Onno W. Purbo melayangkan surat ke DIRJEN POSTEL untuk menarik diri Onno W. Purbo dari POSTEL dan tidak akan menginjakan kaki ke kantor POSTEL selama teman-teman di sweeping dan urusan regulasi 2.4GHz tidak berpihak pada rakyat Indonesia. Salinan surat Onno W. Purbo kepada DIRJEN POSTEL tanggal 2 Maret 2001 terlampir.

Pertempuran semakin memuncak, pada tanggal 10 November 2001 Asosiasi para pengguna Wireless Internet, yang kemudian di kenal dengan sebutan INDOWLI, di bentuk di acara seminar acara seminar & workshop implementasi wireless data network untuk jaringan teknologi informasi di Indonesia dengan sub topic kerangka infrastruktur pembentukan masyarakat berbasis teknologi informasi di Indonesia di Malang, yang di pimpin oleh rekan M. Shalahuddin, yang lebih di kenal sebagai Didin atas dorongan dari Lendy Widayana Pada waktu itu berkumpul banyak rekan, termasuk, Agus Sutandar, Michael Sunggiardi, Barata, Didin, Yohanes Sumaryo dan banyak lagi, kami sepakat membentuk sebuah organisasi untuk menaungi para pengguna Wireless Internet di Indonesia.

Ketua pertama INDOWLI adalah Barata. Barata yang kemudian hari banyak melakukan lobby ke pihak regulasi dalam hal ini POSTEL untuk berusaha membebaskan frekuensi 2.4GHz.

Perjuangan terus berlanjut, mailing list tempat diskusi secara elektronik menjadi medan perang dan koordinasi sambil menyebarkan ilmu pengetahuan agar rekan-rekan semua dapat belajar satu dengan yang lain. Mailing list yang paling dominan dalam proses perjuangan Internet Wireless di Indonesia adalah INDOWLI@yahoogroups.com.

Di akhir tahun 2005, massa pelanggan mailing list INDOWLI@yahoogroups.com termasuk besar dan lebih dari 4000 pelanggan. Setelah Merdeka, di pertengahan tahun 2006, total pelanggan mailing list INDOWLI@yahoogroups.com dan INDOWLI@groups.or.id melebihi 7000 pelanggan. Di awal tahun 2010, telah lebih dari 8000 anggota.

Tahun 2002 - 2003 Mengulang Sejarah Kelam, Sweeping dan Penyitaan Wireless Kembali dilakukan Oleh Aparat Hukum Indonesia
Tahun 2002, kembali terjadi peningkatan sweeping aparat terhadap rekan-rekan pengguna 2.4GHz, VoIP dll. INDOWLI melayangkan surat protesnya tertanggal 8 Mei 2002 yang ditanda tangani oleh Barata Wardana dan Yohanes Sumaryo. Akhirnya pada tanggal 14 Juni 2002, Onno W. Purbo melayangkan surat cinta kepada para pemimpin negeri ini & tentunya tidak di tanggapi karena memang Onno W. Purbo hanya rakyat biasa-biasa saja, sehingga suaranya tidak perlu di perhatikan. Salinan surat dari INDOWLI maupun surat dari Onno W. Purbo kepada para pemimpin negeri ini terlampir. Pada tanggal 30 Desember 2003 kembali POSTEL membuat perang urat syaraf dengan menayangkan iklan / advetorial di media KOMPAS yang berjudul "Pemanfaatan Pita Frekuensi Radio 2.4GHz untuk Keperluan Internet".Pada dasarnya advetorial POSTEL berargumentasi bahwa kebijakan POSTEL memihak pada rakyat Indonesia. Onno W. Purbo-pun naik pitam dan menulis artikel sanggahan yang di terbitkan di media massa Indonesia. Naskah asli artikel sanggahan berjudul "POSTEL harus mundur, rapor anda merah berdarah!!" di terbitkan oleh beberapa media nasional pada bulan January 2004.

Tahun 2004 Bangkitnya Semangat Pembebasan Wireless dan Persiapan Kemerdekaan Wireless di Indonesia
Proses pembuatan naskah regulasi / peraturan pembebasan 2.4GHz cukup alot. Perdebatan panjang sepanjang tahun 2004 terjadi di mailing list regulasi-POSTEL@yahoogroups.com, INDOWLI-formatur@yahoogroupscom, dan INDOWLI@yahoogroups.com, membahas detail naskah peraturan, keputusan menteri untuk kebebasan 2.4GHz. Beberapa workshop dan diskusi terbuka di gelar sebagai ajang interaksi antara regulator dan para pelaku lapangan. Rekan-rekan APJII di pimpin oleh Heru Nugroho dan rekan-rekan INDOWLI seperti Barata dan Didin sangat fasilitatif dalam melakukan proses interaksi antara regulator dan pelaku lapangan. Tekanan menjadi sangat besar setelah PEMILU 2004, terutama karena adanya tekanan publik untuk mengevaluasi kinerja kabinet selama awal 100 hari dalam kekuasaan.
Pada awal Kabinet hasil PEMILU 2004, POSTEL masih berada di bawah naungan Departemen Perhubungan yang di komandani oleh Hatta Rajasa. Hatta Rajasa tampaknya cukup pandai untuk melihat kebutuhan masyarakat telekomunikasi dan Internet di Indonesia. Hatta Rajasa tampaknya memaksa kepada POSTEL untuk menyelesaikan draft Keputusan Menteri 2.4GHz.

Januari 2005 Rakyat Indonesia Merdeka Menggunakan Wireless Internet Freg 2.4 Ghz
Akhirnya, Puncak Kemerdekaan terjadi pada tanggal 5 Januari 2005, dengan di tanda tanganinya Keputusan Menteri No. 2 / 2005 tentang Wireless Internet di 2.4GHz oleh Hatta Rajasa. KEPMEN 2/2005 pada prinsipnya membebaskan ijin penggunaan frekuensi 2.4GHz dengan syarat, antara lain,

- maksimum daya pancar 100mW
- EIRP maksimum 36dBm
- semua peralatan yang digunakan telah di sertifikasi.

Semua perjuangan merupakan bagian dari proses membuat bangsa ini menjadi lebih baik, tidak ada perjuangan yang tidak membawa korban, minimal korban waktu di para pelakunya. Banyak pengorbanan material yang terjadi, beberapa rekan bahkan berkorban jiwa-nya terjatuh dari tower pada saat menginstalasi peralatan.

artikel disadur dari : http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia:Pembebasan_Frekuensi_2.4Ghz

semoga artikel ini dapat memberi inspirasi dan terus mendorong semangat kita untuk senantiasa terus berkarya, berkreasi, berekspresi dan bereksplorasi dalam dunia jaringan wireless internet.

salam
Administrator
« Last Edit: January 24, 2012, 01:57:40 AM by Ricko »
Logged

Forum TP-Link Indonesia
For Learn And Share About TP-Link Product And Trouble Shooting
tpnet
Forum Moderator
Junior
*****

Reputation +2/-0
Offline Offline

Posts: 17



WWW
« Reply #1 on: January 31, 2012, 02:58:11 AM »

....
- maksimum daya pancar 100mW
- EIRP maksimum 36dBm
- semua peralatan yang digunakan telah di sertifikasi.


Lah TP-Link udah pada diatas 100mW, trus masalah sertifikasinaya gimana tuh?
kalo ga sesuai 3 point diatas sanksinya apa ya? 
Logged
adhielesmana
Forum Moderator
Member
*****

Reputation +0/-0
Offline Offline

Posts: 90


Adhielesmana


WWW
« Reply #2 on: January 31, 2012, 09:14:19 AM »

Lah TP-Link udah pada diatas 100mW, trus masalah sertifikasinaya gimana tuh?
kalo ga sesuai 3 point diatas sanksinya apa ya? 

paling paling disunat ama balmon hahahaha :kaboooooooooooooooooor..........................
Logged

Vespiero
Junior
**

Reputation +0/-0
Offline Offline

Posts: 8



WWW
« Reply #3 on: February 01, 2012, 05:26:32 AM »

Kita patut berterimakasih kepada beliau2 yg sudah berjuang demi kebebasan frekwensi 2,4Ghz  Smiley
Logged
katabijak28
Newbie
*

Reputation +0/-0
Offline Offline

Posts: 2


« Reply #4 on: February 12, 2012, 06:11:40 PM »

sekarang internet indonesia makin mudah saja... itu tak luput dari rekan-rekan semua...
Logged

Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

adv banner forumtplink!
Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.21 | SMF © 2015, Simple Machines
SMFAds for Free Forums
Valid XHTML 1.0! Valid CSS!